Tips Finansial Sehat (Ilmu Finansial bagi Masyarakat Awam)


Beberapa pengalaman finansial saya  adalah :

- Catat rutin pengeluaran harian dalam sebulan. Sehari makan berapa kali, jajan berapa kali. Biaya sewa rumah, biaya transportasi, listrik, telpon/pulsa/internet, dll.

- Buat rasio keuangan.
Misal :
Tabungan 10%
Kebutuhan sehari-hari 50%
Transportasi, Pulsa, Listrik 7,5%
Zakat 2,5%
Tagihan-tagihan/ utang 30%

- Biasakan menabung diawal gajian.
Selalu nabung, jangan boros. Belilah yang penting/ kebutuhan primer terlebih dahulu. Bedakan kebutuhan dengan keinginan.

- Kalau penghasilan naik, pengeluaran kalau bisa ga ikut naik. Tapi saving yang naik serta investasi ditambah.

- Paham rasio hutang dengan baik. Umumnya rasio hutang itu maximum 30% dari pendapatan. 
Misal gaji kamu 5 juta,  
tabungan sebesar 10%. 500 ribu, 
Tagihan-tagihan bulanan listrik, telpon 500 ribu, 
Belanja kebutuhan 2,5 juta. 
Utang 1,5 juta (maksimal), dan perhatikan utang untuk produktif ya (bukan konsumtif).

- Menyimpan uang di bank secukupnya. Saya pribadi rekening bank untuk 6 bulan. Jadi kalau ada sesuatu yang mesti dibayar dan tidak terduga, bayar aja dulu pakai CC, beberapa hari sebelum jatuh tempo lunasi.

- Kalau ga penting jangan utang, apalagi yang berbunga. Bukan riba aja, ga ada untungnya. Kredit kendaraan itu kalau bisa dihindari. Bunga 20% per tahun untuk barang yang harganya selalu turun. Ini konyol. Installment CC yang bisa kasih cicilan 0% mungkin masih bisa dipertimbangkan bila mendesak.

- Punya asuransi kesehatan, minimal BPJS. Sekali masuk rumah sakit, duit cepet banget ludes.

- Dana pensiun itu penting. 

- Nggak usah banyak gaya, mending banyak duit daripada banyak gaya.

- Jangan buang waktu dengan nongkrong sambil ngeghibah.

- Sibukkan diri dengan kegiatan apalagi kegiatan yang produktif

- Selalu pikirkan kemungkinan terburuk apa yg bakal terjadi, jadi kita masih menyimpan plan A, plan B, dan plan C untuk antisipasi hal yang tidak diduga.

- Jangan pernah bergantung sama siapapun. Kita kerja keras, nabung ya untuk memenuhi kebutuhan Kita supaya nggak nyusahin orang kan. Ingat, pertemanan dan persaudaraan bisa hancur gegara hutang. 

- Belilah sesuatu sesuai kemampuan. Yang penting manfaatnya buat dipakai jangka panjang.

- Selalu berpikir jgn sampai Kita menyusahkan orang, walaupun keluarga sendiri. Makanya kita harus memperhitungkan kebutuhan tak terduga.

- Hadiah buat diri sendiri setelah bekerja keras itu perlu. Apresiasi progres anda, bisa sesuai planning.

- Tunaikan zakat dan sedekah. Ingat bahwa dalam harta kita ada hak orang lain sesuai tuntunan agama.

Selingkuh Hati, Apakah Anda salah satunya?

Dalam hubungan asmara, perselingkuhan bisa saja terjadi. Ketidaksetiaan ini tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga bisa secara emosional alias selingkuh hati. Beberapa tandanya yaitu kamu merasa lebih nyaman, bahagia, atau selalu ingin berada bersama "teman spesialmu" daripada pasangan.

Selingkuh emosional atau selingkuh hati ini berbeda dengan selingkuh fisik karena tidak melibatkan ciuman, pelukan, atau hubungan seksual. Selingkuh hati berarti berbagi ikatan emosional yang mendalam dengan orang lain selain pasangan.

Selingkuh hati sering dimulai dari hubungan pertemanan. Siapa yang tidak mau berteman dengan seseorang yang enak diajak bicara, membuat kamu tertawa, dan bisa menjadi tempat berbagi kesenangan dan keluh kesah?


Tanda-Tanda Selingkuh Hati

Berikut tanda-tanda selingkuh hati yang sering kali tidak kamu sadari:

Kamu mulai memperhatikan penampilan agar menarik perhatian orang lain selain pasanganmu.

Mau berbagi rahasia kepada temanmu dibandingkan pada pasanganmu.

Kamu mulai menyembunyikan pertemananmu pada pasangan.

Mencari cara untuk bisa menghabiskan waktu bersama temanmu daripada dengan pasangan.

Kamu mulai menarik diri dari pasanganmu dan lebih perhatian pada si teman.

Kamu lebih banyak memikirkan temanmu.

Kamu lebih banyak menghabiskan waktu dengan temanmu daripada pasangan.

Kamu mulai tertarik secara seksual kepada temanmu. Jika kamu sudah menikah, mungkin kamu tidak tertarik untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan.

Kamu selalu punya alasan untuk memberikan temanmu hadiah daripada pasanganmu.

Kamu merasa temanmu lebih mengerti dirimu dibandingkan pasangan.

Cara lain untuk mengetahui bahwa hubungan kalian di luar batas pertemanan adalah kamu merasa bersalah dan terlihat canggung ketika kamu dan pasangan bertemu dengan ‘temanmu’ itu dalam satu tempat.


Yuk, Mulai Jaga Perasaan Pasanganmu

Jika terus dibiarkan, selingkuh hati bisa menjadi pemicu kandasnya hubungan kamu dan pasangan. Apabila kamu merasa sedang berselingkuh hati, lebih baik segera batasi ‘hubungan’ dengan temanmu. Makin cepat kamu mengakhirinya, makin baik pula hubunganmu dengan pasangan.

Berikut tips yang bisa kamu lakukan untuk keluar dari selingkuh hati:

Menghentikan selingkuh hati harus diawali dari diri sendiri. Katakan kepada diri kamu bahwa hubungan ini tidak baik dan harus dihentikan.

Setelah itu, jaga jarak dengan temanmu. Katakan padanya bahwa kamu harus melakukan hal ini demi mempertahankan rumah tangga.

Langkah selanjutnya adalah mencari tahu akar permasalahan antara kamu dengan pasanganmu. Cari tahu mengapa kamu malah terikat dan merasa nyaman berhubungan dengan orang lain. Cari tahu pula faktor apa saja, baik dari pihak kamu atau pasangan, yang membuat kamu jadi selingkuh hati. Bicarakan jujur mengenai hal ini kepada pasangan. Jangan ada yang ditutup-tutupi.

Bicarakan pula mengenai harapan-harapan kamu dalam membangun rumah tangga yang bahagia.
Kamu bisa merencanakan bulan madu kedua untuk menambah kemesraan hubunganmu dengan pasangan.

Apa pun bentuknya, selingkuh memang tidak diperbolehkan dalam sebuah hubungan. Jika kamu mulai menyadari sedang selingkuh hati, segera bicarakan dengan pasanganmu. Jika hal tersebut tidak membantu, mintalah saran dari psikolog atau ikuti konseling agar kamu tidak semakin terjebak di jurang selingkuh hati ini.


Peralihan Hak / Balik nama Sertipikat Tanah.

Jual beli tanah, lalu pengen balik nama. Simak syarat-syaratnya.

Syarat pokok untuk peralihan hak / Balik nama sertipikat tanah.

1.Sertipikat Hak Atas Tanah

2.Akta Notaris PPAT

3.Fotocopy Pajak Bumi dan Bangunan

4.Fotocopy Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan

5.Fotocopy Surat Setoran Pajak/PPH

6.Fotocopy KTP / KK Pemohon Balik Nama

7.Fotocopy KTP / Identitas Pemilik Hak

8.Surat Pernyataan Pertanggungjawaban Mutlak Pelunasan BPHTB

di Akta Notaris PPAT inilah titik krusialnya

Akta yang dimaksud tergantung proses peralihannya,

Jual Beli = Akta Jual Beli (AJB)
Hibah = Akta Hibah
Waris = Akta Waris
Akta tersebut harus dibuat dihadapan Notaris PPAT dengan wajib menghadirkan pihak-pihak yang berkepentingan dalam Balik Nama (penjual-pembeli jika AJB).

Penjualnya tidak ada?
cari sampai ketemu. 
Penjualnya sudah meninggal?
cari ahli warisnya.

Demikian semoga pengalaman ini bisa mencerahkan.